Markas Besar PBB, Jumat - Seorang anak Indonesia, Bryan Jevoncia (6 tahun), Rabu (17/10), menerima penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB, New York. Dia memenangi lomba sayembara mendesain prangko PBB.

Acara pemberian penghargaan berlangsung di salah satu taman di kompleks Gedung PBB dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon serta sejumlah perwakilan negara-negara asing, termasuk Wakil Tetap RI untuk PBB Marty Natalegawa.

Bryan merupakan satu di antara enam anak berusia 6-15 tahun dari berbagai negara yang desainnya dinyatakan akan dijadikan sebagai gambar prangko PBB seri tahun 2008.

Sayembara bertema "Kita Dapat Mengatasi Kemiskinan" itu diikuti sekitar 12.000 peserta dari 124 negara. Lomba tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Internasional Pemberantasan Kemiskinan.

"Sangat membanggakan, ada putra Indonesia yang terpilih dari sekian ribu peserta. Ini menjadi tanda bahwa generasi muda kita mampu menghasilkan karya-karya yang baik, membangun solidaritas, dan peka terhadap masalah kemiskinan," kata Marty kepada Antara.

Penghargaan lainnya, selain desainnya akan dipakai sebagai gambar prangko PBB, Bryan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat.

Ikut mencari uang

Desain prangko hasil karya Bryan menggambarkan anak- anak yang setelah pulang sekolah membantu ibu mereka dengan mencari uang melalui keterampilan mereka, yaitu dengan menggunakan sisa-sisa bahan pakaian jahitan.

"Idenya memang dari saya. Saya dulunya penjahit dan banyak kain-kain yang tak terpakai yang bisa digunakan," ujar ibunda Bryan, Rosiana Fardimin (43), yang mendampingi Bryan ke New York untuk menerima penghargaan dari PBB.

"Dia ternyata bisa menggambarkannya dengan mudah. Dulu waktu kecil dia terbiasa mencoret-coret kertas sisa guntingan pola yang saya kerjakan," ujar Rosiana.

Selain oleh Rosiana, bocah kelahiran Pontianak, 16 Desember 2000, dan saat ini duduk di kelas II SD Susteran Pontianak, Kalimantan Barat, itu juga didampingi oleh kepala sekolahnya, Rosa De Lima.

Bryan sendiri mengaku dirinya sangat senang bisa mendapatkan penghargaan PBB atas hasil karyanya.

Hadiah dari PBB dianggapnya belum komplet karena dia juga menyimpan keinginan lain, yaitu harapannya untuk dapat bertemu dengan satu tokoh di Indonesia untuk menunjukkan penghargaan yang diterimanya tersebut.

"Nnngg..., saya ingin bertemu dengan Pak Presiden (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)," ujar Bryan dengan nada malu- malu.

Sumber : Kompas